KOTAMOBAGU, Poskomanado.co.id – Tragedi maut mewarnai ajang drag race di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026) sore.
Kecelakaan maut itu menewaskan delapan orang dan melukai lima orang lainnya.
Peristiwa terjadi setelah mobil Honda Jazz dari tim Pangeran 05 McJoe, diduga milik salah satu bos tambang dari Tatelu bernama Allan, dan dikendarai Christian Ngantung, mengalami crash setelah melewati garis finis. Kendaraan kemudian menghantam penonton yang berada di sisi lintasan.
Benturan keras itu memicu kepanikan di lokasi. Sejumlah korban langsung mendapat penanganan setelah insiden terjadi.
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie turun langsung meninjau penanganan tragedi tersebut.
Kapolda menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Yang pertama saya tentunya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang telah terjadi. Saya turut prihatin dan saya menyampaikan duka cita kepada keluarga. Sudah delapan orang yang meninggal dunia,” ujar Roycke Langie.
Menurut Kapolda, jajaran kepolisian langsung bergerak menangani lokasi kejadian.
Polisi juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
Kapolda menegaskan, penyidik akan memeriksa seluruh rangkaian kejadian secara intensif dan mendalam.
“Hari ini saya akan melakukan penelitian dan penyelidikan yang intensif dan mendalam, hal-hal apa yang menyebabkan sehingga terjadi crash atau kecelakaan ini,” tegasnya.
Kapolda menekankan bahwa penyelidikan tidak bertujuan sekadar mencari pihak yang harus disalahkan.
Polisi ingin memastikan seluruh fakta di balik tragedi drag race Kotamobagu terungkap secara terang.
Termasuk, kata dia, polisi akan melihat apakah terdapat pelanggaran hukum dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Bukan mencari kesalahan, ya. Tapi tentunya kita kan harus melihat. Kalau ada pelanggaran hukum, saya harus proses. Karena ini bagian daripada pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pernyataan Kapolda Sulut itu menunjukkan polisi tidak ingin melewatkan aspek hukum dalam tragedi yang merenggut delapan nyawa tersebut.
Penyidik kini mendalami berbagai faktor yang berkaitan dengan kecelakaan.
Polisi akan melihat kondisi lintasan, posisi penonton, kendaraan yang digunakan peserta, hingga aspek keselamatan dalam pelaksanaan drag race di Kotamobagu.
Penyelidikan juga menjadi penting untuk memastikan apakah seluruh prosedur keselamatan dalam kegiatan tersebut sudah terpenuhi.
Polisi masih mengumpulkan fakta dan keterangan dari sejumlah pihak terkait.
Sementara itu, keluarga korban kini menghadapi duka mendalam akibat tragedi maut yang terjadi di arena balap tersebut.(lon)






