BITUNG, poskomanado.co.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Bitung mengajukan usulan penambahan anggaran dalam APBD Perubahan 2026 nanti. Usulan penambahan ini ditujukan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Pengusulan tersebut disampaikan dalam pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2026 yang berlangsung di Kantor DPRD Bitung, Jumat (4/9/2026) malam.
“Iya, baru selesai. Tadi sudah diusulkan penambahannya,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Bitung, Rudij Ponamon, saat ditemui usai pembahasan.
Usulan penambahan anggaran yang diajukan instansi tersebut sebesar Rp 363 juta. Dan keseluruhan anggaran itu nantinya akan dialokasikan untuk biaya operasional penanganan karhutla.
“Itu cuma untuk mendukung operasional pemadaman saja,” imbuh Rudij.
Sesuai rencana, anggaran Rp 363 juta akan dipakai untuk operasional penanganan karhutla. Rudij pun membeber sejumlah keperluan dimaksud, diantaranya pengadaan bahan bakar minyak untuk mobil damkar, pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk petugas, serta pengadaan makan-minum dan suplemen juga untuk petugas.
“Itu yang paling mendesak karena sesuai kebutuhan di lapangan. Contoh saja beberapa waktu lalu lalu, ada sembilan titik kebakaran dalam satu hari yang harus kami jangkau. Situasi seperti itu kalau tidak didukung dengan kesiapan yang baik, tentu akan sangat menyulitkan,” tandasnya.
Terpisah, anggota DPRD Bitung Nabsar Badoa mendukung penuh usulan penambahan anggaran untuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Ia bahkan menyebut hal itu bersifat wajib.
“Untuk karhutla wajib. Kita tahu sendiri situasi sekarang seperti apa. Apalagi sesuai ramalan BMKG El Nino ini masih akan berlanjut sampai akhir tahun. Jadi memang harus ada upaya antisipasi, terutama menyangkut kesiapsiagaan petugas damkar,” tukasnya.(bds)






