Ingatkan Pelayanan Publik, Ramlan Ifran Minta Perumda Air Minum Duasudara Tidak Profit Oriented

BITUNG, poskomanado.co.id – Sebagai salah satu badan usaha milik daerah, Perumda Air Minum Duasudara diminta tak hanya fokus pada profit oriented. Tanggung jawab di bidang pelayanan publik tetap harus diperhatikan, guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi.

“Jangan cuma fokus pada profit oriented lalu mengabaikan tanggung jawab pelayanan publik. Ingat, perumda itu dibentuk bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, tapi juga memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Bitung, Ramlan Ifran.

Ramlan menyampaikan poin di atas dalam lanjutan pembahasan LKPJ Walikota Bitung Tahun Anggaran 2025, Selasa (5/5/2026) siang. Pembahasan ini menghadirkan jajaran direksi tiga perumda yang dimiliki Pemkot Bitung, masing-masing Perumda Air Minum Duasudara, Perumda Pasar, dan Perumda Bangun Bitung.

Ramlan sejatinya mengapresiasi kinerja Perumda Air Minum Duasudara. Terlebih dalam hal tata kelola administrasi keuangan, ia menganggap Perumda Air Minum Duasudara sangat sehat. Pun demikian untuk hal teknis yang menyangkut pelayanan publik. Ia menyebut hanya ada beberapa catatan yang perlu diingatkan agar tidak salah kaprah.

“Secara keseluruhan kinerja sangat bagus. Tapi memang perlu diingatkan agar kedepan menjadi semakin baik lagi,” tukasnya.

Politisi Partai NasDem ini lalu menyentil rencana penyertaan modal ke Perumda Air Minum Duasudara oleh Pemkot Bitung. Menurut dia, itu jadi momentum yang tepat guna mengingatkan perusahaan agar tetap fokus pada tupoksinya.

“Perumda Air Minum nantinya akan menerima penyertaan modal yang saat ini perdanya sementara digodok. Harapan kami, ketika hal itu sudah terealisasi maka pelayanan air bersih untuk masyarakat bisa lebih maksimal. Kalau saat ini baru 45 persen rumah tangga yang terlayani, kedepan harus lebih banyak lagi,” pintanya.

Ramlan pun kembali menyinggung soal tanggung jawab pelayanan publik yang melekat ke Perumda Air Minum Duasdara. Kalau perlu kata dia, persentasinya harus 70 persen untuk pelayanan publik, dan sisanya 30 persen untuk profit oriented.

Alfred Salindeho selaku Direktur Perumda Air Minum Duasudara langsung merespons penyampaian itu. Ia memastikan selama ini pihaknya memang tidak berorientasi pada keuntungan. Pelayanan publik tetap diutamakan sambil membenahi kekurangan yang ada.

“Kami memang tidak profit oriented. Sebab kalau fokus kejar keuntungan kami pasti akan menaikan tarif air. Saat ini tarif air kami hanya Rp6.000 per kubik, dan masih lebih rendah dibanding daerah lain,” ungkapnya.

Alfred pun membeber upaya lain dalam rangka pemenuhan tanggung jawab pelayanan publik. Diantaranya pemberian berbagai kemudahan kepada pelanggan dalam memenuhi kewajiban mereka. Ditegaskannya, upaya tersebut diambil dalam rangka memberi keringanan kepada pelanggan.

“Selain bisa dicicil, kita juga memberikan diskon kepada pelanggan. Dan ini berlaku bukan hanya untuk mereka yang menunggak, tapi juga untuk sambungan baru. Selain itu, kita juga pernah memberikan insentif bagi pelanggan berupa sepeda motor. Ini dilakukan untuk mendorong mereka agar tidak lupa dengan kewajiban yang ada,” tuturnya.(bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *