RENOVASI TERLAMBAT SELESAI dan KEAMANAN Jadi Alasan Peralatan Tersebar
MANADO, poskomanado.co.id–Di atas kertas, MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU Universitas Negeri Manado (UNIMA) TA 2024 dengan total PAGU sekira Rp 41.511.444.000,-, sudah selesai dikerjakan dan seharusnya sementara dipergunakan.
Laporan administrasi menyebutkan pengerjaan rampung dengan dua gedung megah yang sudah direnovasi serta peralatan laboratorium yang diklaim sudah lengkap tersedia.Namun, fakta di lapangan menyuguhkan ironi yang berbeda.
Dimana, dua gedung eks Prodi Pendidikan Jasmani FIK ini yang seharusnya penuh dengan peralatan laboratorium, malah kosong melompong. Padahal pengadaan alat-alat laboratorium berbanderol sekira Rp 36.000.000.000,- sesuai PROYEK PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK dengan KODE RUP 47672482.
Juga untuk pekerjaan PROYEK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TA 2024 UNIMA dengan KODE RUP 47672480 dan PAGU Rp 5.511.444.000,-; diduga kuat asal-asalan dan tak sesuai dengan anggaran.
“MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU UNIMA (TA 2024) kondisinya seperti MEGA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA (TA 2022). TAK PENUHI ASAS MANFAAT, karena tidak bisa digunakan,” ungkap sumber resmi dari UNIMA kepada POSKO MANADO, Kamis (09/04/2026).
Dikatakan, seharusnya LABORATORIUM TERPADU saat ini sudah bermanfaat bagi para mahasiswa dan masyarakat. Tapi, sejak pengerjaan diklaim selesai, MEGA PROYEK berbanderol puluhan miliar tak berfungsi sama sekali.
“Apa fungsinya LABORATORIUM TERPADU untuk mahasiswa dan masyarakat? Apa fungsinya peralatan laboratorium puluhan miliar dan renovasi miliaran dua gedung? Atau MEGA PROYEK ini berfungsi untuk oknum-oknum tertentu?” tekan sumber.
Ditegaskan, seharusnya MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU yang memakan anggaran sangat besar, harus berbanding lurus dengan asas manfaat. “Selama belum beroperasi, selama belum bisa digunakan, ya berarti MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU UNIMA (TA 2024) belum selesai. Belum memiliki manfaat apapun padahal sudah menyedot uang negara puluhan miliar,” tegas sumber.
Sebelumnya, PPK PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK NICKY TUMALUN beralasan, peralatan laboratorium tidak diletakkan di LABORATORIUM TERPADU, melainkan di laboratorium setiap jurusan yang ada di UNIMA. Dengan alasan, PROYEK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TERLAMBAT DIKERJAKAN.
“Karena (RENOVASI) lab itu kelar di perpanjangan tahun anggaran. Kelar di Maret (2025), sampai sekarang (LABORATORIUM TERPADU UNIMA) kosong noh. Sementara yang alat (PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK) itu selesai di 2024. Jadi (peralatan laboratorium) di lepas di setiap program studi, begitu,” bebernya ketika dikonfirmasi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp di 0852-5651-1xxx, beberapa waktu lalu.
Begitu juga REKTOR JOSEPH KAMBEY yang menyatakan, peralatan LABORATORIUM TERPADU saat ini tersebar di laboratorium tiap fakultas. Dengan alasan, keamanan di dua gedung LABORATORIUM TERPADU belum terjamin.
“Karena yang di lab baru (LABORATORIUM TERPADU) itu, yang saya tau keamanannya belum terjamin. Apalagi alat-alat itu miliaran rupiah. Jadi keamanan lab itu belum terjamin. Jadi (peralatan LABORATORIUM TERPADU) masih di taruh di lab masing-masing prodi,” ujarnya.
Sedangkan SUSAN KALENGKONGAN, PPK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM hingga berita ini tayang tak menanggapi upaya konfirmasi. Dihubungi via WhatsApp di 0853-9599-3xxx, Selasa (07/04/2026), sekira pukul 12.54 WITA, 12.55 WITA dan 12.56 WITA, tak direspon. Begitu juga via pesan sekira pukul 12.58 WITA, belum dibalas.(ian)










