Terkait Banyaknya LAKALANTAS Akibat Jalan Berlubang Karena Milling Tak Segera Ditambal dan Minim Rambu Peringatan
MANADO, poskomanado.co.id–Meski jalan berlubang akibat pengupasan aspal atau Milling sudah mulai ditambal di proyek PRESERVASI JALAN WOROTICAN-POIGAR, WOROTICAN-POOPO-SINISIR TA 2026, beberapa hari yang lalu; masyarakat meminta KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM (PU) melalui BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL (BPJN) SULUT untuk melakukan evaluasi terhadap kontraktor CV GAMA KARYA dan PPK 1.4 Dedi Tubagus.
Pasalnya, pengerjaan Milling yang tak segera ditambal; sudah membuat banyak masyarakat menjadi korban kecelakaan lalulintas (LAKALANTAS), dengan kejadian terakhir di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga, Minsel. Apalagi, dalam lokasi pekerjaan disebut-sebut sangat minim rambu-rambu peringatan.
“Kementerian PU, dalam hal ini Balai Jalan (BPJN) Sulut harus melakukan evaluasi terhadap CV GAMA KARYA selaku pihak ketiga dan PPK di proyek PRESERVASI JALAN WOROTICAN-POIGAR, WOROTICAN-POOPO-SINISIR. Karena sudah banyak masyarakat yang jadi korban LAKALANTAS akibat jalan berlubang (karena Milling) yang tak segera ditambal,” tekan Tommy Turangan, Tokoh Masyarakat Minsel via sambungan WhatsApp dari 0878-2511-1xxx, Kamis (16/07/2026).
“Memang, beberapa hari terakhir sudah ada penambalan jalan berlubang. Tapi, sudah banyak yang jadi korban terlebih dahulu. Apalagi, di lokasi pekerjaan sangat minim rambu-rambu peringatan,” sambung Turangan.
Ditegaskan, evaluasi dan pemberian sanksi terhadap CV GAMA KARYA dan PPK sangat perlu dilakukan. Sehingga, dalam pekerjaan-pekerjaan berikutnya, tidak ada lagi masyarakat yang jadi korban LAKALANTAS akibat kelalaian atau ketidakpedulian dari kontraktor dan PPK.
“Evaluasi dan pemberian sanksi sangat perlu dilakukan. Sehingga kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang jadi korban kecelakaan karena kelalaian atau ketidakpedulian dari kontraktor dan PPK. Sebab tujuan utama dari proyek jalan untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Bukan malah membuat masyarakat kecelakaan,” tegas Turangan.
Terpisah, Kasatker PJN Wilayah 1 BPJN Sulut Ringgo Radetyo saat dihubungi via WhatsApp di 0812-1680-0xxx, sekira pukul 13.31 WITA, 13.32 WITA dan 13.33 WITA, belum direspon. Begitu juga via pesan sekira pukul 13.37 WITA, hingga berita ini tayang belum dibalas.(ian)









