MAKIN HANGAT! REKTOR UNIMA Sebut Sudah Serahkan Semua Data MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU ke KEPOLISIAN

JOSEPH KAMBEY: Tinggal Mereka Mau Lihat Bagaimana

MANADO, poskomanado.co.id–POLEMIK MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU UNIMA TA 2024 makin hangat. Sebab, selain PPK PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK NICKY TUMALUN menyatakan sudah mengantar pihak KEPOLISIAN melakukan pengecekan; REKTOR JOSEPH KAMBEY juga sudah menyerahkan semua data proyek dengan total pagu sekira Rp 41,5 miliar tersebut ke KEPOLISIAN.

Hal ini diungkapkannya saat dikonfirmasi POSKO MANADO beberapa waktu lalu. “Semua datanya sudah saya kasih ke KEPOLISIAN. Kan mereka minta data, sudah dikasih semua ke mereka. Tinggal mereka mau lihat baik bagaimana,” sebutnya via sambungan WhatsApp dari 0811-436-xxx.

Menurutnya, selain itu, pihak KEPOLISIAN juga sudah lakukan peninjauan di UNIMA serta melihat peralatan LABORATORIUM TERPADU yang tersebar di beberapa laboratorium program studi (prodi).

“Dan mereka (pihak kepolisian) sudah survei di UNIMA, sampai sudah pergi ke beberapa lab, lihat pengadaan-pengadaan,” tutur JOSEPH KAMBEY.

Sebelumnya, Kabid Humas POLDA SULUT Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan saat dikonfirmasi POSKO MANADO, membenarkan ada PENYIDIK dari UNIT TIPIKOR DITRESKRIMSUS sudah ke UNIMA untuk melakukan peninjauan dan pengumpulan data beberapa waktu lalu.

“Benar ada PENYIDIK (dari UNIT TIPIKOR DITRESKRIMSUS) turun ke UNIMA menindaklanjuti adanya dumas,” katanya via pesan WhatsApp dari 0813-4133-2xxx, Kamis (23/04/2026), sekira pukul 11.07 WITA.

Saat ditanya terkait proses penanganan sudah sampai tahapan apa, Alamsyah mengungkapkan masih didalami. “Masih tahap pendalaman ya,” pungkasnya.

Dalam pemberitaan beberapa waktu lalu, ‘BOLA PANAS’ POLEMIK MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU terus bergulir. Setelah sebelumnya nama REKTOR periode 2020-2024 DEITJE KATUUK dan eks WAKIL REKTOR (WR) II SANUSI GUGULE, kali ini giliran nama JOSEPH KAMBEY, REKTOR UNIMA yang disebut diduga terlibat.

Sumber resmi POSKO MANADO dari UNIMA mengatakan, sebelum mencalonkan diri sebagai REKTOR, JOSEPH KAMBEY pernah menjabat PLT WR II di akhir 2024 hingga awal 2025.

“REKTOR JOSEPH KAMBEY pernah pegang (menjabat) WR II UNIMA. Seingat saya dari September 2024 hingga Februari 2025. Jadi sebelum ia mencalonkan diri sebagai REKTOR UNIMA, WR II sudah ia pegang (menjabat),” katanya sembari mewanti-wanti agar namanya tak disebut.

Disebut, PEMBAYARAN PELUNASAN MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU, khususnya di PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK dengan KODE RUP 47672482 dan PAGU Rp 36.000.000.000,-; dilakukan saat JOSEPH KAMBEY menjabat Plt WR II.

“PEMBAYARAN PELUNASAN PROYEK PENGADAAN PERALATAN LAB (LABORATORIUM DAN TIK) yang Rp 36 miliar itu, bukan saat SANUSI GUGULE yang pegang (menjabat) WR II, tapi saat JOSEPH KAMBEY (yang menjabat). Jadi JOSEPH KAMBEY juga diduga terlibat,” sebut sumber.

Ditambahkan, selain itu, PEMBAYARAN PELUNASAN RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM dengan KODE RUP 47672480 dan PAGU Rp 5.511.444.000,- yang diduga dikerjakan tak sesuai anggaran; dilakukan di 2025 saat JOSEPH KAMBEY sudah menjabat REKTOR UNIMA, yang notabene sebagai KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA).

“PEMBAYARAN (PELUNASAN) RENOVASI GEDUNG LAB (LABORATORIUM) yang diduga dikerjakan asal-asalan dan tanpa pengaman berupa tralis, dilakukan di 2025 saat JOSEPH KAMBEY sudah jadi REKTOR,” beber sumber.

Terpisah, JOSEPH KAMBEY saat dikonfirmasi membenarkan kalau dirinya pernah memegang jabatan WR II yang membidangi keuangan. “Saya Plt (WR II) waktu itu,” katanya.

Anehnya, saat ditanya soal seharusnya dia mengetahui soal PEMBAYARAN proyek tersebut, JOSEPH KAMBEY mengatakan dirinya tidak mengetahui. Ia beralasan, hanya menjabat Plt WR II hanya dua bulan.

“Tidak, tidak, saya tidak tau. Saya Plt (WR II) hanya dua bulan. Dua bulan saya Plt. Kalau, kalau Plt itu kan kewenangan hanya terbatas. Hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang memakai logistik lainnya, hanya sehari-hari lah. Tidak masuk di proyek dan segala macam,” sambungnya.

Diketahui, di atas kertas, MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU UNIMA berbaderol puluhan miliar rupiah tersebut, sudah selesai dikerjakan dan seharusnya sementara dipergunakan.

Laporan administrasi menyebutkan pengerjaan rampung dengan dua gedung megah yang sudah direnovasi serta peralatan laboratorium yang diklaim sudah lengkap tersedia.

Namun, fakta di lapangan menyuguhkan ironi yang berbeda. Dimana, dua gedung eks Prodi Pendidikan Jasmani FIK ini yang seharusnya penuh dengan peralatan laboratorium, malah kosong melompong.

Peralatan laboratorium mahal malah tersebar di laboratorium Prodi fakultas-fakultas. Juga untuk renovasi diduga kuat asal-asalan dan tak sesuai dengan anggaran (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *