WRI: Boleh langsung tanya pa Humas jo…
MANADO, poskomanado.co.id–FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO (UNIMA) kembali berpolemik. Setelah sebelumnya Koordinator MASYARAKAT ANTI KORUPSI INDONESIA (MAKI) BOYAMIN SAIMAN meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) agar MEGA PROYEK PEMBANGUNAN FAKULTAS KEDOKTERAN dan LABORATORIUM di-PENDING sebelum penanganan DUGAAN TIPIKOR dua MEGA PROYEK lainnya di UNIMA oleh POLDA SULUT selesai dan harus ada EVALUASI di UNIMA; kali ini, UNIMA disebut NEKAT menerima mahasiswa FAKULTAS KEDOKTERAN.
Sebab, menurut informasi dari internal UNIMA sendiri; hingga saat ini STRUKTUR dan SARANA PRASARANA FAKULTAS KEDOKTERAN di UNIMA belum ada.
“Seharusnya beluma ada penerimaan mahasiswa kedokteran (di UNIMA). Karena sampai hari ini selain SARANA PRASARANA belum ada, STRUKTUR dari PRODI (Program Studi), JURUSAN dan FAKULTAS KEDOKTERAN belum ada,” tutur sumber resmi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp, Selasa (26/5/2026).
Menariknya sumber mengungkapkan, karena hal tersebut, sudah banyak pihak yang keberatan dengan penerimaan FAKULTAS KEDOKTERAN UNIMA. Sehingga hari ini dilaksanakan RAPAT SENAT.
“Hari Ini ada RAPAT SENAT terkait masalah ini, karena sudah ada keberatan dari berbagai pihak. Sebab ini menyangkut kualitas dan hasil dari mahasiswa kedokteran kedepan,” ungkapnya. “Coba konfirmasi langsung ke WRI, Mner Gidion. Karena dia yang membidangi Akademik,” sambung sumber.
Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik (WRI) MISTER GIDEON MARU saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp di 0813-4007-5xxx, sekira pukul 13.48 WITA, 13.49 WITA dan 13.50 WITA, tak merespon.
Kemudian konfirmasi via pesan yang dilayangkan 13.51 WITA, direspon sekira pukul 13.55 WITA. “Boleh langsung tanya pa Humas jo Pak,” tulisnya dan mengirimkan nomor kontak MARCIA WATULINGAS, Humas UNIMA.
“Supaya komprehensif,” tulisnya lagi via pesan sekira pukul 13.59 WITA.
Sementara itu, Humas UNIMA MARCIA WATULINGAS saat dihubungi via WhatsApp di 0812-4431-xxx untuk konfirmasi sekira pukul 14.03 WITA, 14.04 WITA dan 14.05 WITA tak direspon. Begitu juga via pesan sekira pukul 14.07 WITA, hingga berita ini tayang belum dibalas.
Diketahui, MEGA PROYEK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIMA sudah dimulai tahun ini dengan PAKET PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN FAKULTAS KEDOKTERAN dan LABORATORIUM.
Dan dari penelusuran POSKO MANADO di sirup.inaproc.id, paket perencanaan ini memiliki PAGU Rp 11.600.000.000,- yang bersumber dari APBN TA 2026; dengan METODE PEMILIHAN PENUNJUKAN LANGSUNG; jadwal PELAKSANAAN KONTRAK April sampai Juni 2026; jadwal PEMILIHAN PENYEDIA Maret sampai April 2026.
Dan dari pemberitaan sebelumnya, alasan Koordinator MAKI BOYAMIN SAIMAN meminta KEMDIKTISAINTEK mem-PENDING MEGA PROYEK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIMA, agar masalah-masalah seperti di MEGA PROYEK PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS PANCASILA dan LABORATORIUM TERPADU tak terjadi.
“Karena jika terus dilaksanakan diduga akan menghasilkan pekerjaan tidak benar. Seperti dugaan Mark up, ada (item pekerjaan) yang diduga tidak dilaksanakan, dugaan salah spesifikasi atau permasalahan-permasalahan seperti sebelumnya,” tuturnya.
Selain itu, BOYAMIN SAIMAN tegaskan, KEMDIKTISAINTEK juga harus lakukan EVALUASI di UNIMA. Sehingga proyek apapun yang dikerjakan, benar-benar bermanfaat, tepat sasaran dan difungsikan.
“KEMDIKTISAINTEK terlebih dahulu harus melakukan EVALUASI di UNIMA sehingga tidak ada lagi masalah-masalah dugaan TIPIKOR. Dan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di sana (UNIMA) benar-benar dikerjakan. Benar-benar bermanfaat, tepat sasaran dan berfungsi. Tidak ada lagi yang mubazir dan tidak ada lagi yang bermasalah hukum karena dugaan TIPIKOR,” pungkasnya.(ian)







