Mahasiswi PGSD Ditemukan Tewas Bunuh Diri, Diduga Karena Dilecehkan Dosen DM alias Danny

MANADO, poskomanado.co.id–Universitas Negeri Manado (UNIMA) tidak baik-baik saja! Sebab, hari ini, Selasa (30/12/2025), satu mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ditemukan tewas gantung diri, yakni Anthonieta Mangolo (21) atau lebih dikenal dengan panggilan Evia.
Informasi didapat, korban ditemukan tewas tergantung di sala satu kos-kosan di Kelurahan Matani Satu, Lingkungan IV, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, sekira pukul 7.30 WITA.
Parahnya, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena dilecehkan dosen inisial DM alias Danny. Dugaan ini sesuai dengan Surat Pernyataan yang ditulis tangan oleh korban sendiri yang ditujukan ke Dekan FIPP UNIMA.

Sementara itu, Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawaluyjan saat dikonfirmasi, via WhatsApp di 0821-9510-2xxx, sekira pukul 19.22 WITA, membenarkan soal peristiwa bunuh diri tersebut. “Pihak keluarga korban, menolam untuk melakukan autopsi. Dan untuk hasil visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga kejadian ini murni bunuh diri,” katanya.

Terkait dugaan pelecehan oleh oknum dosen inisial DM alias Danny terhadap korban, disebut hingga saat ini belum ada laporan yang masuk. “Untuk saat ini, belum ada laporan (dugaan pelecehan). Tentunya kami tetap sesuai prosedur, kalau ada laporan kita tindak lanjut,” sebut Tawalujan.
Ditambahkan, untuk dugaan pelecehan oknum dosen DM alias Danny sudah ada tindaklanjut dari UNIMA. “Sudah ada tindaklanjut dari pihak kampus (UNIMA). Karena kejadian (dugaan pelecehan oknum dosen DM alias Danny) sebelum gantung diri,” pungkas Tawalujan.
Terpisah Rektor UNIMA Joseph Kambey saat dikonfirmasi cia WhatsApp di 0811-436-xxx mengatakan, dugaan pelecehan oleh oknum dosen inisial DM alias Danny saat ini sementara diproses Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).

“Kita terus mengawal agar proses ini berjalan dengan cepat. Proses terus berjalan walaupun pelapor meninggal. Kan terlapor ada. Jika rekom dari Satgas (PPKPT) keluar, Rektor akan mengambil sikap berdasarkan rekom,” katanya.
Ditambahkan, segala biaya korban hingga jenazah korban tiba di kampung halaman, akan ditanggung pihak UNIMA. “Semua biaya hingga jenazah tiba di kampung halaman akan ditanggung UNIMA,” tuturnya.(ian)













