Warga Tanjung Merah Vs PT Futai Kembali Memanas, Akses Jalan ke Perusahaan Ditutup

BITUNG, poskomanado.co.id – Polemik antara PT Futai Sulawesi Utara dan warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari kembali memanas. Terbaru, aksi pemblokiran jalan untuk menghalangi akses ke pabrik PT Futai dilakukan warga.

Aksi pemblokiran jalan dilakukan warga dengan cara membakar ban bekas di tengah jalan. Aksi itu berlangsung sejak pukul 10.00 WITA pagi tadi, dan masih terus berlanjut hingga sekarang.

Buntut dari situasi itu, sejumlah truk tronton yang hendak menuju ke pabrik PT Futai jadi tertahan. Warga tak mengizinkan mobil-mobil besar tersebut melintas di jalan utama Kelurahan Tanjung Merah.

“Memang kami sengaja menutup akses jalan. Tapi yang kami larang lewat cuma mobil tronton yang akan menuju ke perusahaan untuk membawa bahan baku. Kalau masyarakat umum kami persilahkan lewat,” tutur Elsye Lengkong, perwakilan warga Tanjung Merah yang memblokir jalan.

Aksi blokir jalan ini nyaris berujung kisruh. Pasalnya, saat aksi berlangsung sekelompok karyawan PT Futai turun ke lokasi untuk menggagalkan aksi tersebut. Untung saja aparat keamanan cepat datang sehingga upaya antisipasi bisa dijalankan.

Pemblokiran jalan ini imbas dari aksi unjuk rasa yang dilaksanakan Jumat pekan lalu. Warga sengaja menutup jalan karena menilai respons perusahaan perihal tuntutan mereka tidak memuaskan.

Sudah begitu, pada Minggu (21/6/2026) malam warga juga sempat dibuat kesal. Bagaimana tidak, jalan air yang sempat ditutup warga pasca unjuk rasa sudah dibuka secara paksa. Mirisnya, yang membuka adalah warga pendatang suruhan perusahaan. Hal ini dibenarkan oleh Lurah Tanjung Merah Bartje Ticoalu.

“Iya betul, warga sempat emosi karena yang membuka bukan orang dari sini. Setelah ditanya mereka mengaku disuruh orang perusahaan. Makanya warga berencana melaporkan kejadian ini ke polisi,” ungkap Lurah.(bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *